Friday, May 20, 2016

Tidurlah, Sayang..
Jangan kuatir kita tak kan bertemu
Jangan kuatir orang-orang ini tak kan menunggu
Karena sesungguhnya kita semua tengah menunggu
Dijemput tanpa rasa takut
Sayang, pejamkanlah matamu..
Ini bukan tentang akhir
Akan tetap ada aku dan kamu
Hingga mata kita beradu
Lagi, jangan kelabu.


~NR~ sambungan dari catatan tertanggal 9 April 2013

pastorbrianmoss.com
Malam-malam ini aku tak lagi sendiri
Wajahmu menggangguku
bahwa wajahmu ada di situ,
dekat denganku,
yang aku tidak tahu mengapa,
hingga sejak kapan,
hingga sampai kapan,
wajahmu akan menggangguku.


Thursday, May 19, 2016

Cinta Tidak Mempertanyakan


Kadang, bahasa tidak dapat mewakili segalanya
Rasa tidak selalu mampu bersuara dalam kata
Waktu tidak selalu dapat bersua dalam rima
Kadang, diam yang membelenggu
Lebih mahir menciptakan ikatan
Daripada kata-kata yang sarat pujian

Rinduku yang terlalu dalam
Tidak akan pernah cukup aku utarakan
Sedangkan perjuanganmu yang terlampau hebat

Thursday, September 24, 2015

Tanyalah Dirimu


Bahkan kali ini aku juga tidak ingin mengujimu. Cukup dengan beberapa kata, "Ah, betapa aku masih ingat rasanya," aku tahu kau akan segera berantakan. Terkadang aku hanya ingin menatapmu, sesederhana itu, dan bukan kepada yang lain. Akuilah bahwa kau telah memilih manusia biasa yang begitu lemah dihadapkan pada naluri berburunya, yaitu aku. Aku dahulu petualang dan kau masih nekat mengajakku membangun istana. Kau bilang aku bisa tinggal dengan nyaman di sana dan kau tidak akan pernah membiarkanku sendirian lagi, kesepian mungkin.

Tuesday, May 19, 2015

Alasan


Di tengah keterasinganku terhadap diriku sendiri, aku mencoba mengingatkan diriku lagi.

Kau tahu, kau adalah salah satu alasan mengapa aku harus bertahan, kuat, dan tegar. Ya! Karena aku pasti harus lebih bersyukur dengan hidupku yang seperti ini. Aku tidak perlu berjuang hingga berdarah-darah bukan untuk mendapatkan hal yang serupa denganmu? Dan aku tahu pasti kau pasti memahaminya bahkan jika kau pernah merasa iri. Aku pasti akan menyelesaikan ini semua.
Bahwa engkau masih tetap bisa percayaiku. Bahwa aku masih sama kawanmu yang dulu. Bahwa aku masih tidak takut bermimpi seperti beberapa tahun lalu. Bahwa aku pasti menirumu untuk bangkit berulang kali walau sakit dan perih. Bahwa aku akan berniat mengejarmu atau membawamu lari meskipun aku tahu kita akan jatuh ratusan kali. Ingatkah kau tentang aku yang seperti itu?

Friday, May 15, 2015


"Aku ingat engkau berkata, tak mungkin aku tanpa dirimu.
Cinta yang terlanjur membara, tak mungkin akan terpisahkan.
Adakah rintangan ini lelahkan dirimu?"
Yovie & Nuno - Jalan Diam-Diam

Hey, selamat pagi siapapun kamu yang ada di sana! Bagaimana kamu mengawali harimu pagi ini? Kau tahu, dalam setiap inch cahaya matahari yang menerpaku, aku terus berharap kamulah yang seharusnya membuat perasaanku hangat. Namun, aku terus bersyukur Tuhan memberiku waktu untuk menunggumu. Menurutmu, bagaimana jika suatu hari kita bertemu? :)

Saturday, April 18, 2015

Could it be?

Kini, benar-benar kusadari bahwa aku hanya memiliki sajadahku untuk mengadu. Aku bisa apa jika ternyata tidak setiap orang dapat selalu berdiri juga menggunakan hati mereka tidak hanya raganya? Apa artinya pelukan jika tanpa rasa? Apa artinya teguran jika tidak disampaikan? Apa artinya ketulusan jika tidak ditunjukkan? Apa artinya semua ini? Aku telah terlampau menuhankan perasaanku dan kini hanya tersisa aku tersungkur berdua bersamanya karena kecewa terhadap apa yang aku bangun dan rangkai sendiri.

detektif-fisika-doni.blogspot.com

Friday, March 20, 2015

Dear You

"Terdapat 3 hal yang paling menyiksa di dunia ini.

Satu, pemikiran yang dibungkam,

Dua, mimpi yang dilarang, dan,

Tiga, perasaan yang ditahan."

ig @duniajilbab

Aku terbangun dalam keadaan tersedu-sedu. Aku tahu apa yang tengah aku saksikan dan rasakan, namun, aku sangat enggan membuka mata dan menikmati derasnya perasaan yang meluap bersama air mata. Aku sadar buliran apa yang jatuh menyatu bersama runtuhnya kepercayaan diriku menjadi orang dengan perasaan murni. Beginilah aku terkadang merindukan sesuatu. Sangat dalam. Alam bawah sadarku merindukannya, sedangkan air mataku yang aku sadari jatuh justru tidak segera aku seka.
Aku yang selalu memimpikan romantika dalam kisah-kisah dongeng masa lalu terjebak dalam perasaan yang tidak terkendalikan. Terkadang aku sungguh percaya diri bahwa akan ada seseorang yang benar-benar akan mengubahku, melindungiku, dan mencintaiku tanpa syarat. Kemudian setiap kali hantu bawah sadarku muncul, aku tahu aku yang begitu lemah tidak akan pernah pantas jika hanya menerima dan menerima. Aku pula harus memberi, aku pula harus berusaha. Berusaha menetapkan keinginan dan kemauan pada satu orang yang akan aku tatap seumur hidupku walaupun aku tahu berpetualang mungkin akan sangat menyenangkan.

Thursday, March 5, 2015

Seperti Padamu

Rasanya masih mencengkeram hingga hari ini, setelah sekian tahun aku berkontemplasi dengan batinku yang terus mengadu dan logikaku yang tidak berhenti berargumen. Walau kini sudah tidak sesak lagi, rasanya masih sama seperti dulu. Aku tahu aku masih begitu menginginkannya. Kau tahu, mimpi-mimpi itu tidak begitu saja hilang. Aku merindukannya begitu saja. Mungkin sama seperti aku merindukanmu beberapa waktu lalu, saat harapanku benar-benar ditekan oleh kesendirian. Aku benar-benar mengharapkanmu waktu itu dan aku tahu kita tidak dapat bertemu begitu saja. 

https://twitter.com/haykamu

Friday, October 31, 2014

Refleksi Diri 21 Tahun

Aku pikir diriku remaja berumur 21 tahun yang bertemu dengan seseorang berumur entah berapa yang membuatku risih karena sepertinya dia tidak setuju menyebut diriku re-ma-ja. Remaja karena aku masih suka berkeliaran, bermain-main di luar, bersenang-senang dengan uang orang tua, terlampau santai dengan kehidupan dan masa depan, tidak mau diatur, jarang sekali bangun pagi, tidur sesukanya asal tugas tidak terbengkalai, hingga bermain "api". Kau tahu apa artinya? Aku sama sekali belum dewasa. 
Aku memang sudah memimpikan memakai gaun pengantin sejak berusia 16 tahun, tetapi aku tidak pernah mau tahu bagaimana caranya aku dapat menjemput impianku, membuat diriku pantas dan layak disanding oleh seseorang. Bukan masalah pernikahan saja, aku ingin terbang ke Eropa bahkan menjejakkan tanah di Afrika, setidaknya untuk membuatku begitu bersyukur memiliki udara yang sejuk untuk dihirup dan berjalan pun tidak harus berperang dengan tulang-tulang yang gemerutuk karena terlanjur kurus dan kurang gizi. Belakangan aku juga ingin naik haji. Namun, seperti biasa, aku yang mencatat setiap mimpiku dalam dream list-ku masih saja suka bermalas-malasan dan "memimpikan" semua itu di dalam tidurku. Tiba-tiba aku sudah 21 tahun dan terperangah melihat dream list-ku semakin memanjang. Umur kemudian menjadi hampir segala-galanya bagiku. Mungkin karena frekuensi penyebutannya yang selalu sering. Aku yang selalu dilihat lebih tua atau mungkin beberapa menyebutnya dewasa daripada umurku membuat umur menjadi salah satu hal yang menjadi perhatianku. Yang kemudian menjadi lebih penting adalah kesadaran akan umur yang dipertemukan dengan mimpi-mimpi yang belum kesampaian. Mau diapakan?

Friday, July 18, 2014

Dalam Tidur


"Aku selalu lebih memilih untuk tetap tidur walaupun bahagiaku hanya dalam mimpi."

Tuhan, aku selalu bertanya-tanya apakah orang lain juga merasakan ini dan bagaimana mereka menghadapi ini? Waktu melingkupi segalanya walaupun ia tak mampu menaungi. Waktu berikan hati-hati yang menua kesempatan dan pemahaman mengenai pertemuan dan perpisahan. Tidak semuanya dapat dirasakan dengan terang tetapi adakalanya kebijaksanaan hati yang harus selalu siap menjumpai senja menenangkan pikiran 'yang baik-baik saja'. Bagaimana aku dahulu tidak mempedulikan hiruk pikuk dan kini aku bahkan jadi peduli pada setitik debu yang mampu memenuhi udara. Yang kini aku justru lebih banyak menatap dengan romantika bahwa debu pun terkadang indah pada tempatnya. Jika aku hanyalah satu dari sekian milyar orang di dunia, apa istimewanya menghargai debu-debu yang membuat apapun menjadi lusuh? Jika kemudian ternyata ada yang selalu dapat menghargai hidup dengan cara-cara paling bijak. Semuanya tak terasa tertelan hilang oleh kemuliaan-kemuliaan orang lain. Satu-satunya dalam sekian milyar, bagaimana melihat dan menentukannya? 

Apa yang terjadi jika hal-hal kurang baik kemudian menjadi terbolak-balik? Atau hanya mengenai tenggelamnya kepiasan dalam mimpi-mimpi indah? Guratan wajah-wajah itu membuatku semakin lama semakin pandai bersembunyi seperti dalam kesenangan seseorang yang lelah memiliki tidur.

Tuesday, July 8, 2014

Selamat Datang


Dunia tidak tahu bagaimana dia berbicara. Yang manusia inginkan dari sebuah kisah terkadang hanya sebuah keniscayaan yang sederhana. Yang bahwa berpikir terlalu rumit akan membuat semuanya menjadi terasa sulit dan mustahil. Harapan-harapan yang digantung tinggi-tinggi seketika dapat melesat dan lepas karena kacau dalam dalam menimbang.
Peduli atau tidak, suka atau tidak, dalam penyederhanaannya dunia tercipta dengan hitam putihnya.

Saturday, May 17, 2014

Aku, Kau, Mereka, Kita dalam Beberapa Alasan Tak terkatakan


"Kamu hanya lelah."
"Lelah untuk apa?"
"Kau bahkan tidak sadar."
"Jangan menilai tanpa tahu persoalan ini tentang apa."
"Kau kira bukan teman-temanmu?"
Aku menoleh padanya dengan perasaan tertikam.
"Aku juga temanmu. Aku tahu bagaimana perasaanmu yang tengah bermain-main dengan kerinduan dan harapan-harapan tanpa tanggung jawab yang membingungkan dan melukaimu."
"Kau bisa apa? Maksudku, apakah kau merasa ini baik dan sehat?"
"Belum tentu aku bisa apa-apa. Yang jelas semua kini benar terasa berubah, kita semua rindu tetapi tidak mau saling mengadu. Mengaku."

Thursday, May 1, 2014

Kita mudah ingat, mudah lupa

"Kita mudah mengingat salah dan luka
tetapi dengan mudah lupa,
bahwa kita juga sering tertawa, bahagia."


Masih dalam jingga-jingga senja
Hingga tiba ufuk dengan ayatullah yang bersahutan
yang tiap hari bergulir
Masih juga dalam warna yang sama
Dan walaupun regenerasi semesta terus berlanjut
Beberapa diriku mungkin tidak sadar,
Bahwa setiap hari diri mereka juga berganti
Menggulir dengan waktu.

~NR~ catatan dari tanggal 4/7/2013 saat berada di pondok dan merenung.

Thursday, April 10, 2014

Di Mana Aku Sekarang


Dan pertanyaan berikutnya yang kuharapkan adalah,
Di mana kamu sekarang? Diamlah di tempat dan jangan lakukan apapun.
Ya Tuhan, setelah beberapa tahun ini aku begitu menikmati kesendirian dan kebersamaan secara bertimbunan,
Akhirnya aku benar-benar merasa bahwa akan selalu ada titik di mana aku akan merasa begitu sepi,
akan selalu ada celah-celah tidak terjangkau yang membuatku ingin datang kembali,
dengan diri ini yang tidak berhenti memaksa pendirian untuk bersyukur,
aku masih tetap begitu.

Pernahkah?


Apakah pernah kau berupaya membuka hatimu?
Dengan pertanyaan yang sama setiap waktu,
apakah semuanya bermakna satu?
Adakah di antaranya rasa penasaran akan aku?
Masihkah aku sama seperti dulu,
ataukah aku sama sekali baru?
Pernahkah kau secara tidak sengaja menggunakan hatimu
dalam salah satu pertanyaan apa-kabarmu?

Wednesday, November 13, 2013

Jika Aku Tahu



Jika aku tahu siapa yang selalu memandangiku di belakangku,
Aku tidak akan memandang punggung orang lain juga.
Jika aku tahu siapa yang diam-diam menanggapi perkataanku pada diriku sendiri,
Aku juga tidak akan sibuk berkeliling mencari orang-orang yang mungkin peduli masalahku.

Tuesday, October 1, 2013

Punggungmu dan Aku

ec.europa.eu

Dari jauh aku berusaha melihatmu walaupun aku tahu itu hanya punggungmu yang membelakangiku. Mataku yakin bahwa sesosok hitam itu perlahan berubah menjadi setitik kecil yang lambat laun pasti menghilang ditelan horizon. Kamu dan aku sedang tidak berjalan menuju masa lalu. Hanya cara yang berbeda membuat kita mengambil haluan yang tidak sama. Namun, seberbeda apapun, bukankah kita masih berpijak di bumi?

Tuesday, August 27, 2013

Kapan Kita Ba(l)ikan?

Apakah aku menohokmu?
Dalam ke relung hatimu?
Bukan urusanku lagi kini
Ketahuilah, mungkin kita masih di tempat yang sama
tetapi hanya ingat, waktu yang berjalan membuat kita berbeda
Entah kita berjalan saling menjangkau jauh
atau justru kita berkejar-kejaran tanpa kita tahu punggung siapa yang ada di depan
Sayang, kapan kita ba(l)ikan?

Wednesday, June 19, 2013

Siapa yang Tahu

Siapa yang tahu hati ini sudah terkena penyakit?
Saat begitu ingin merindu padahal tidak ada yang bisa diajak beradu pilu. Bahkan hati memiliki siapa, memilih siapa juga entah. Setiap pasang mata yang menyelinap masuk memperlihatkan isyarat-isyarat pembeda, jika bukan pesaing maka pencinta. Tidak ada satu pun yang terabaikan. Padahal juga tidak benar bahwa abu-abu tidak diciptakan. Dan lalu, apakah semua bisa benar jika bukan rival maka akan selalu kawan, yang menemani hati ini?
www.ladieshealingboutique.com
Siapa yang tahu hati ini sudah terkena penyakit?