Thursday, January 7, 2021

Tumbuh


Kita tidak pernah tahu sampai kapan kita punya waktu
Kita tidak pernah tahu hingga sampai mana kita bisa tumbuh
Kita tidak pernah tahu apakah kita hanya bisa menjadi hijau di antara rerimbun
Ataukah akan menjadi hingga menguning setelah meneduhi yang lain sepanjang terik

Maka mencari tahu sampai titik mana kita bisa tumbuh merupakan keniscayaan

Kekecewaan paling dalam bukanlah berdamai dengan kegagalan
Melainkan menghadapi penyesalan karena tidak mengindahkan kesempatan

Tuesday, January 5, 2021

Perpisahan

Aku ingin kembali menarik waktu
Untuk mengucapkan perpisahan pada sesuatu yang tak bisa aku miliki
Untuk mengatakan cinta pada sesuatu yang tidak aku punyai
Untuk memenangkan hatiku 
Dan menenangkan egoku atas ketidakwarasanku
Mengabaikan pertanda dan harga sebuah percaya
Meremehkan getaran-getaran halus dalam hati
Tetapi justru mendengarkan bisikan-bisikan yang menjanjikan sesuatu yang semu

Mengapa aku tidak pernah bertanya
Akankah aku bahagia jika kehilangan semua?
Akankah aku bersedih jika semua masih sama?
Apakah benar ini yang aku inginkan?
Apakah salah jika ini yang aku butuhkan?

Aku justru bertanya
Mengapa tidak kulakukan?
Mengapa ragu?

Seharusnya tahu bahwa sesuatu yang salah mungkin terjadi
Saat aku berhenti mempertanyakan

Penyesalan tak pernah di depan, bukan?

~Tidak semua hal bisa dikatakan sebagai realitas

Habit

I skipped yesterday (whoops) as it was nothing
Just like the other day
One day is nothing, one thing is nothing
Until someday you realize
It becomes your habit
It becomes days, a week, a month
It grows much longer and also bigger

I don't know when did I skip my very first-night toothbrushing
It grows as a habit
Then, I have one of my molars gone
Now, I know, I am risking more than I can imagine
If I keep underestimating things

But, how should I come back to my origin?

Sunday, January 3, 2021

Menjadi Pemungkin


Ternyata hidup ini bukan hanya mengenai kesempurnaan. Adanya celah-celah yang tidak selalu presisi adalah ruang manusia untuk berseni. Seni untuk menjadi pemungkin, juga seni untuk dapat melihat bahwa kenyataan tak selalu seindah roman. Seni untuk mengakui bahwa dunia memiliki beragam warna, tetapi juga memahami bahwa tidak semua warna harus ada untuk menjadi sesuatu yang bermakna.


Semesta tidak diciptakan hanya karena sebuah tiupan. Di balik tiupan, setiap yang tercipta ada karena sebuah alasan. Apa arti perjalanan jika hanya untuk dinikmati sendiri. Apa arti kebebasan jika orang lain masih dalam belenggu. Apa arti kebahagiaan jika di atas kesengsaraan orang lain. Apa arti kesadaran tanpa ada kepedulian. Dan untuk memahami hakikat jalan yang kita lalui, kita hanya perlu mencoba hingga tau sampai mana kemungkinan bisa jadi milik kita. Sisanya tangan Tuhan yang akan bekerja. Cobalah sampai lelah, boleh berhenti tetapi jangan menyerah.

Saturday, January 2, 2021

Seeing The Different Part of Me

I think my life will get nicer if I had a cat

Which I can talk to

Whenever I had a bad day

Whenever somebody or myself hurt me

But, thinking about it a bit seriously

I just found the other part of me

I know now, I can't have just any cats

Cause I am selfish 

And I think I can't own a cat

Because I like cats, but not every cat

You know, I just found that there is still

And maybe will always be

Something I can't have a deal with

Still, I am too overwhelmed with myself


When will I get ready?



~Second day of 30 hari bercerita. I wonder what would change within a month. 

Haven't I Done Enough?

Do you ever feel like you've never done enough?

It haunts me all the time

When I think I am good enough

I do my best I can

I give all I have

I sacrifice my precious time to build a nice place

But, seeing the reaction

Suddenly, my under-head voice tells me I have never done enough

In listening to the valuable advice

And understanding others' feelings


I think pursuing my dreams will give me the serenity

I think focusing on my own path will take me to the best part of my life

I think doing my best what I'm best at will make me the best version of me

But, it seems not enough


You know, so many times I doubted myself

Whether I'm just ignorant and selfish or this is just my limit

Would it be better if I was just taking it as routines?

Giving my maximum but not my best

Dividing my attention into some priorities rather than an ultimate priority


Once again it haunts me

Haven't I done enough?

Am I ignorant?

Or is it just me that not capable at all?


What do I do?



~Considering it as my first writing in 2021 for the first day of January. I took the 30 hari bercerita challenge.