Tuesday, October 26, 2021

Once at a time, everything will be in the right place

I send this flowers to the beautiful soul lies in me
Thanking her for blooming in the right time
Loving her for keeping her head up during the hardest time
Hugging her soul since it is the only one who understands her
Telling her everything's gonna be okay though the thunder and storm inside her is still beating
You are awesome
You are doing great
Once at a time, everything will be in the right place

Sunday, October 17, 2021

The Hate I Had

Since I felt betrayed in social relations, the anxious feeling to meet people was indescribable. I lost my energy to do almost everything related to people.


I hate small talks. I hate faking smile. I hate to perform perfectly in stage. I hate to speak fluently in academics during my brain lag. I hate managing event that held satisfyingly. I hate to post materials and learning videos during my episodes. I hate to check others' presence as if I am there too at the present.

I hate to think that people think I am okay. I hate to fake my presence. I hate to force my brain to tune in. I hate to participate in group conversation and tasks. I hate to listen to people noise and conversation. I hate to be surrounded by many people. I hate to attend social gatherings. I hate to meet people I know. I hate to answer any question in the air.

I hate to spread positive vibes in any occasion from my depression cave. I hate to keep myself awake during the day and being productive. I hate to criticize any social dysfunction while I am the dysfunctional itself. I hate faking my functional role in society. 

I hate to pretend I am less ill than someone who has physical illness. I hate to pretend that I could be the one anybody can rely on. I hate to act strong while I am surrender inside. I hate to pretend that I don't need any help. I hate to say sorry for my dysfunctional behavior. What should be sorry for an illness? Am I asking for this? But, why did I feel so guilty for not getting anything in the right place. I hate to pretend I am preparing my coming back after I am staying in my depression cave. 

I am at the point the hug doesn't feel warm and the words can't comfort me. Although you are honest and sincere, I am still that kind of distrust and socially awkward. It's not your fault. I am sorry, it's my brain who told me to do so. And also sorry for being honest, I hate to say sorry about this actually because I didn't think it's my fault. I don't want to be so overwhelmed having social life, but what can I do if my brain tells my feeling to do so? I couldn't control it. Now, I know what does this sentence means:

Can you just leave me alone?

 

Sunday, October 10, 2021

Mau Sampai Kapan?

Nggak mudah melalui ini semua bagi diriku sendiri. Nggak mudah menjadi saksi mata atas apa yang aku alami di hidupku. Mungkin juga nggak mudah bagi orang-orang di sekitarku yang bahkan hanya sambil lalu bertegur sapa denganku.

Kadang aku bertanya-tanya, mengapa semua jadi seperti ini? Mengapa keadaan berubah drastis? Ke mana energi yang kumiliki selama ini untuk mengekspresikan segala hal di dalam kepalaku? Di titik mana semua tiba-tiba menjadi sesuatu yang begitu berbeda?

Pertanda itu sudah muncul sejak aku secara perlahan melepas ikatan satu per satu dengan orang lain. Aku bahkan berpikir, aku tidak sanggup menjalani hubungan kecuali dengan diriku sendiri. Aku merasa buruk bahkan sebagai seorang pasangan. Aku tidak pantas mendapatkan apapun dan siapapun. Aku tidak bisa menerima apapun tanpa memberikan timbal balik. Sejak kapan aku berpikir demikian?

Akan tetapi ini bukan tentang kisah cinta. Ini tentang diriku yang mungkin belum selesai dengan trauma di masa lalu. Atau mungkin diriku yang sedang kewalahan menghadapi trauma lain yang baru saja menerpa. Aku tak melihat seberkas cahaya pun di ujung kegelapan. Mau sampai kapan?

Monday, August 30, 2021

Saat Kembali ke Usia 18

Jika aku bisa memutar waktu dan diberi kesempatan untuk berbicara pada diriku yang berusia 18 tahun, akan aku katakan, 

"Jujurlah pada dirimu. Perasaanmu, kata hatimu, rasa benci dan cintamu. Nyatakan sebesarnya sama seperti kau masih 13. Hadapi dengan berani penolakan maupun penerimaan. Tanyakanlah apa maunya selain tarik ulur. Jangan takut kehilangan kebahagiaan semu. Rasa penasaranmu dan tanya mengapamu tidak akan hilang bahkan belasan tahun setelahnya. Kau harus menjaga keberanianmu menyala, menerangi jalanmu. Kau akan berterima kasih pada dirimu yang 18 tahun dan tak pernah surut cahayanya."

Tidak mudah, tetapi itu kan, asyiknya bermain skenario?

Sunday, February 14, 2021

Sebuah Pesan dan Rangkaian Pertanda

Saat aku merasa waktuku sangat sempit
Atau bahkan saat aku merasa aku tidak bisa memberi ruang pada diriku sendiri
Mungkin juga saat tiba-tiba aku merasa sangat lega semua sudah kuselesaikan dengan baik
Atau saat aku merasa aku mendapatkan segalanya lebih dari yang aku usahakan
Aku bersyukur masih dapat bertanya-tanya
Sedang ingin berbicara apakah Allah padaku?
Pesan apa yang ingin Dia sampaikan di tengah semua hal yang aku genggam dengan cuma-cuma?
Atau melalui pertanda apa yang harus kubaca saat keletihanku berujung pada kepasrahan?
Sesuatu apakah yang akan menjadi pertanda bahwa kali ini yang kulakukan adalah kebenaran?
Aku harap tidak sekalipun aku ingkar atau lalai
Melalui tetesan air mata di tengah hujan aku berbicara pada Yang Selalu Melihat
Melalui keheningan malam aku berbicara pada Yang Selalu Mendengar
Melalui napas yang tersengal aku meminta pada Yang Maha Memberi
Melalui rindu yang tidak dapat aku pahami aku memohon pada Yang Maha Mengasihi.


Thursday, January 7, 2021

Tumbuh


Kita tidak pernah tahu sampai kapan kita punya waktu
Kita tidak pernah tahu hingga sampai mana kita bisa tumbuh
Kita tidak pernah tahu apakah kita hanya bisa menjadi hijau di antara rerimbun
Ataukah akan menjadi hingga menguning setelah meneduhi yang lain sepanjang terik

Maka mencari tahu sampai titik mana kita bisa tumbuh merupakan keniscayaan

Kekecewaan paling dalam bukanlah berdamai dengan kegagalan
Melainkan menghadapi penyesalan karena tidak mengindahkan kesempatan

Tuesday, January 5, 2021

Perpisahan

Aku ingin kembali menarik waktu
Untuk mengucapkan perpisahan pada sesuatu yang tak bisa aku miliki
Untuk mengatakan cinta pada sesuatu yang tidak aku punyai
Untuk memenangkan hatiku 
Dan menenangkan egoku atas ketidakwarasanku
Mengabaikan pertanda dan harga sebuah percaya
Meremehkan getaran-getaran halus dalam hati
Tetapi justru mendengarkan bisikan-bisikan yang menjanjikan sesuatu yang semu

Mengapa aku tidak pernah bertanya
Akankah aku bahagia jika kehilangan semua?
Akankah aku bersedih jika semua masih sama?
Apakah benar ini yang aku inginkan?
Apakah salah jika ini yang aku butuhkan?

Aku justru bertanya
Mengapa tidak kulakukan?
Mengapa ragu?

Seharusnya tahu bahwa sesuatu yang salah mungkin terjadi
Saat aku berhenti mempertanyakan

Penyesalan tak pernah di depan, bukan?

~Tidak semua hal bisa dikatakan sebagai realitas

Habit

I skipped yesterday (whoops) as it was nothing
Just like the other day
One day is nothing, one thing is nothing
Until someday you realize
It becomes your habit
It becomes days, a week, a month
It grows much longer and also bigger

I don't know when did I skip my very first-night toothbrushing
It grows as a habit
Then, I have one of my molars gone
Now, I know, I am risking more than I can imagine
If I keep underestimating things

But, how should I come back to my origin?

Sunday, January 3, 2021

Menjadi Pemungkin


Ternyata hidup ini bukan hanya mengenai kesempurnaan. Adanya celah-celah yang tidak selalu presisi adalah ruang manusia untuk berseni. Seni untuk menjadi pemungkin, juga seni untuk dapat melihat bahwa kenyataan tak selalu seindah roman. Seni untuk mengakui bahwa dunia memiliki beragam warna, tetapi juga memahami bahwa tidak semua warna harus ada untuk menjadi sesuatu yang bermakna.


Semesta tidak diciptakan hanya karena sebuah tiupan. Di balik tiupan, setiap yang tercipta ada karena sebuah alasan. Apa arti perjalanan jika hanya untuk dinikmati sendiri. Apa arti kebebasan jika orang lain masih dalam belenggu. Apa arti kebahagiaan jika di atas kesengsaraan orang lain. Apa arti kesadaran tanpa ada kepedulian. Dan untuk memahami hakikat jalan yang kita lalui, kita hanya perlu mencoba hingga tau sampai mana kemungkinan bisa jadi milik kita. Sisanya tangan Tuhan yang akan bekerja. Cobalah sampai lelah, boleh berhenti tetapi jangan menyerah.

Saturday, January 2, 2021

Seeing The Different Part of Me

I think my life will get nicer if I had a cat

Which I can talk to

Whenever I had a bad day

Whenever somebody or myself hurt me

But, thinking about it a bit seriously

I just found the other part of me

I know now, I can't have just any cats

Cause I am selfish 

And I think I can't own a cat

Because I like cats, but not every cat

You know, I just found that there is still

And maybe will always be

Something I can't have a deal with

Still, I am too overwhelmed with myself


When will I get ready?



~Second day of 30 hari bercerita. I wonder what would change within a month. 

Haven't I Done Enough?

Do you ever feel like you've never done enough?

It haunts me all the time

When I think I am good enough

I do my best I can

I give all I have

I sacrifice my precious time to build a nice place

But, seeing the reaction

Suddenly, my under-head voice tells me I have never done enough

In listening to the valuable advice

And understanding others' feelings


I think pursuing my dreams will give me the serenity

I think focusing on my own path will take me to the best part of my life

I think doing my best what I'm best at will make me the best version of me

But, it seems not enough


You know, so many times I doubted myself

Whether I'm just ignorant and selfish or this is just my limit

Would it be better if I was just taking it as routines?

Giving my maximum but not my best

Dividing my attention into some priorities rather than an ultimate priority


Once again it haunts me

Haven't I done enough?

Am I ignorant?

Or is it just me that not capable at all?


What do I do?



~Considering it as my first writing in 2021 for the first day of January. I took the 30 hari bercerita challenge.