Tuesday, October 26, 2021
Sunday, October 17, 2021
The Hate I Had
Can you just leave me alone?
Sunday, October 10, 2021
Mau Sampai Kapan?
Nggak mudah melalui ini semua bagi diriku sendiri. Nggak mudah menjadi saksi mata atas apa yang aku alami di hidupku. Mungkin juga nggak mudah bagi orang-orang di sekitarku yang bahkan hanya sambil lalu bertegur sapa denganku.
Kadang aku bertanya-tanya, mengapa semua jadi seperti ini? Mengapa keadaan berubah drastis? Ke mana energi yang kumiliki selama ini untuk mengekspresikan segala hal di dalam kepalaku? Di titik mana semua tiba-tiba menjadi sesuatu yang begitu berbeda?
Pertanda itu sudah muncul sejak aku secara perlahan melepas ikatan satu per satu dengan orang lain. Aku bahkan berpikir, aku tidak sanggup menjalani hubungan kecuali dengan diriku sendiri. Aku merasa buruk bahkan sebagai seorang pasangan. Aku tidak pantas mendapatkan apapun dan siapapun. Aku tidak bisa menerima apapun tanpa memberikan timbal balik. Sejak kapan aku berpikir demikian?
Akan tetapi ini bukan tentang kisah cinta. Ini tentang diriku yang mungkin belum selesai dengan trauma di masa lalu. Atau mungkin diriku yang sedang kewalahan menghadapi trauma lain yang baru saja menerpa. Aku tak melihat seberkas cahaya pun di ujung kegelapan. Mau sampai kapan?
Monday, August 30, 2021
Saat Kembali ke Usia 18
Jika aku bisa memutar waktu dan diberi kesempatan untuk berbicara pada diriku yang berusia 18 tahun, akan aku katakan,
"Jujurlah pada dirimu. Perasaanmu, kata hatimu, rasa benci dan cintamu. Nyatakan sebesarnya sama seperti kau masih 13. Hadapi dengan berani penolakan maupun penerimaan. Tanyakanlah apa maunya selain tarik ulur. Jangan takut kehilangan kebahagiaan semu. Rasa penasaranmu dan tanya mengapamu tidak akan hilang bahkan belasan tahun setelahnya. Kau harus menjaga keberanianmu menyala, menerangi jalanmu. Kau akan berterima kasih pada dirimu yang 18 tahun dan tak pernah surut cahayanya."
Tidak mudah, tetapi itu kan, asyiknya bermain skenario?
Sunday, February 14, 2021
Sebuah Pesan dan Rangkaian Pertanda
Saat aku merasa waktuku sangat sempit
Atau bahkan saat aku merasa aku tidak bisa memberi ruang pada diriku sendiri
Mungkin juga saat tiba-tiba aku merasa sangat lega semua sudah kuselesaikan dengan baik
Atau saat aku merasa aku mendapatkan segalanya lebih dari yang aku usahakan
Aku bersyukur masih dapat bertanya-tanya
Sedang ingin berbicara apakah Allah padaku?
Pesan apa yang ingin Dia sampaikan di tengah semua hal yang aku genggam dengan cuma-cuma?
Atau melalui pertanda apa yang harus kubaca saat keletihanku berujung pada kepasrahan?
Sesuatu apakah yang akan menjadi pertanda bahwa kali ini yang kulakukan adalah kebenaran?
Aku harap tidak sekalipun aku ingkar atau lalai
Melalui tetesan air mata di tengah hujan aku berbicara pada Yang Selalu Melihat
Melalui keheningan malam aku berbicara pada Yang Selalu Mendengar
Melalui napas yang tersengal aku meminta pada Yang Maha Memberi
Melalui rindu yang tidak dapat aku pahami aku memohon pada Yang Maha Mengasihi.
Thursday, January 7, 2021
Tumbuh
Kita tidak pernah tahu hingga sampai mana kita bisa tumbuh
Kita tidak pernah tahu apakah kita hanya bisa menjadi hijau di antara rerimbun
Ataukah akan menjadi hingga menguning setelah meneduhi yang lain sepanjang terik
Maka mencari tahu sampai titik mana kita bisa tumbuh merupakan keniscayaan
Kekecewaan paling dalam bukanlah berdamai dengan kegagalan
Melainkan menghadapi penyesalan karena tidak mengindahkan kesempatan
Tuesday, January 5, 2021
Perpisahan
Untuk mengatakan cinta pada sesuatu yang tidak aku punyai
Habit
Sunday, January 3, 2021
Menjadi Pemungkin
Ternyata hidup ini bukan hanya mengenai kesempurnaan. Adanya celah-celah yang tidak selalu presisi adalah ruang manusia untuk berseni. Seni untuk menjadi pemungkin, juga seni untuk dapat melihat bahwa kenyataan tak selalu seindah roman. Seni untuk mengakui bahwa dunia memiliki beragam warna, tetapi juga memahami bahwa tidak semua warna harus ada untuk menjadi sesuatu yang bermakna.
Semesta tidak diciptakan hanya karena sebuah tiupan. Di balik tiupan, setiap yang tercipta ada karena sebuah alasan. Apa arti perjalanan jika hanya untuk dinikmati sendiri. Apa arti kebebasan jika orang lain masih dalam belenggu. Apa arti kebahagiaan jika di atas kesengsaraan orang lain. Apa arti kesadaran tanpa ada kepedulian. Dan untuk memahami hakikat jalan yang kita lalui, kita hanya perlu mencoba hingga tau sampai mana kemungkinan bisa jadi milik kita. Sisanya tangan Tuhan yang akan bekerja. Cobalah sampai lelah, boleh berhenti tetapi jangan menyerah.
Saturday, January 2, 2021
Seeing The Different Part of Me
I think my life will get nicer if I had a cat
Which I can talk to
Whenever I had a bad day
Whenever somebody or myself hurt me
But, thinking about it a bit seriously
I just found the other part of me
I know now, I can't have just any cats
Cause I am selfish
And I think I can't own a cat
Because I like cats, but not every cat
You know, I just found that there is still
And maybe will always be
Something I can't have a deal with
Still, I am too overwhelmed with myself
When will I get ready?
~Second day of 30 hari bercerita. I wonder what would change within a month.
Haven't I Done Enough?
Do you ever feel like you've never done enough?
It haunts me all the time
When I think I am good enough
I do my best I can
I give all I have
I sacrifice my precious time to build a nice place
But, seeing the reaction
Suddenly, my under-head voice tells me I have never done enough
In listening to the valuable advice
And understanding others' feelings
I think pursuing my dreams will give me the serenity
I think focusing on my own path will take me to the best part of my life
I think doing my best what I'm best at will make me the best version of me
But, it seems not enough
You know, so many times I doubted myself
Whether I'm just ignorant and selfish or this is just my limit
Would it be better if I was just taking it as routines?
Giving my maximum but not my best
Dividing my attention into some priorities rather than an ultimate priority
Once again it haunts me
Haven't I done enough?
Am I ignorant?
Or is it just me that not capable at all?
What do I do?
~Considering it as my first writing in 2021 for the first day of January. I took the 30 hari bercerita challenge.








