Thursday, September 24, 2015

Tanyalah Dirimu


Bahkan kali ini aku juga tidak ingin mengujimu. Cukup dengan beberapa kata, "Ah, betapa aku masih ingat rasanya," aku tahu kau akan segera berantakan. Terkadang aku hanya ingin menatapmu, sesederhana itu, dan bukan kepada yang lain. Akuilah bahwa kau telah memilih manusia biasa yang begitu lemah dihadapkan pada naluri berburunya, yaitu aku. Aku dahulu petualang dan kau masih nekat mengajakku membangun istana. Kau bilang aku bisa tinggal dengan nyaman di sana dan kau tidak akan pernah membiarkanku sendirian lagi, kesepian mungkin.

Tuesday, May 19, 2015

Alasan


Di tengah keterasinganku terhadap diriku sendiri, aku mencoba mengingatkan diriku lagi.

Kau tahu, kau adalah salah satu alasan mengapa aku harus bertahan, kuat, dan tegar. Ya! Karena aku pasti harus lebih bersyukur dengan hidupku yang seperti ini. Aku tidak perlu berjuang hingga berdarah-darah bukan untuk mendapatkan hal yang serupa denganmu? Dan aku tahu pasti kau pasti memahaminya bahkan jika kau pernah merasa iri. Aku pasti akan menyelesaikan ini semua.
Bahwa engkau masih tetap bisa percayaiku. Bahwa aku masih sama kawanmu yang dulu. Bahwa aku masih tidak takut bermimpi seperti beberapa tahun lalu. Bahwa aku pasti menirumu untuk bangkit berulang kali walau sakit dan perih. Bahwa aku akan berniat mengejarmu atau membawamu lari meskipun aku tahu kita akan jatuh ratusan kali. Ingatkah kau tentang aku yang seperti itu?

Friday, May 15, 2015


"Aku ingat engkau berkata, tak mungkin aku tanpa dirimu.
Cinta yang terlanjur membara, tak mungkin akan terpisahkan.
Adakah rintangan ini lelahkan dirimu?"
Yovie & Nuno - Jalan Diam-Diam

Hey, selamat pagi siapapun kamu yang ada di sana! Bagaimana kamu mengawali harimu pagi ini? Kau tahu, dalam setiap inch cahaya matahari yang menerpaku, aku terus berharap kamulah yang seharusnya membuat perasaanku hangat. Namun, aku terus bersyukur Tuhan memberiku waktu untuk menunggumu. Menurutmu, bagaimana jika suatu hari kita bertemu? :)

Saturday, April 18, 2015

Could it be?

Kini, benar-benar kusadari bahwa aku hanya memiliki sajadahku untuk mengadu. Aku bisa apa jika ternyata tidak setiap orang dapat selalu berdiri juga menggunakan hati mereka tidak hanya raganya? Apa artinya pelukan jika tanpa rasa? Apa artinya teguran jika tidak disampaikan? Apa artinya ketulusan jika tidak ditunjukkan? Apa artinya semua ini? Aku telah terlampau menuhankan perasaanku dan kini hanya tersisa aku tersungkur berdua bersamanya karena kecewa terhadap apa yang aku bangun dan rangkai sendiri.

detektif-fisika-doni.blogspot.com

Friday, March 20, 2015

Dear You

"Terdapat 3 hal yang paling menyiksa di dunia ini.

Satu, pemikiran yang dibungkam,

Dua, mimpi yang dilarang, dan,

Tiga, perasaan yang ditahan."

ig @duniajilbab

Aku terbangun dalam keadaan tersedu-sedu. Aku tahu apa yang tengah aku saksikan dan rasakan, namun, aku sangat enggan membuka mata dan menikmati derasnya perasaan yang meluap bersama air mata. Aku sadar buliran apa yang jatuh menyatu bersama runtuhnya kepercayaan diriku menjadi orang dengan perasaan murni. Beginilah aku terkadang merindukan sesuatu. Sangat dalam. Alam bawah sadarku merindukannya, sedangkan air mataku yang aku sadari jatuh justru tidak segera aku seka.
Aku yang selalu memimpikan romantika dalam kisah-kisah dongeng masa lalu terjebak dalam perasaan yang tidak terkendalikan. Terkadang aku sungguh percaya diri bahwa akan ada seseorang yang benar-benar akan mengubahku, melindungiku, dan mencintaiku tanpa syarat. Kemudian setiap kali hantu bawah sadarku muncul, aku tahu aku yang begitu lemah tidak akan pernah pantas jika hanya menerima dan menerima. Aku pula harus memberi, aku pula harus berusaha. Berusaha menetapkan keinginan dan kemauan pada satu orang yang akan aku tatap seumur hidupku walaupun aku tahu berpetualang mungkin akan sangat menyenangkan.

Thursday, March 5, 2015

Seperti Padamu

Rasanya masih mencengkeram hingga hari ini, setelah sekian tahun aku berkontemplasi dengan batinku yang terus mengadu dan logikaku yang tidak berhenti berargumen. Walau kini sudah tidak sesak lagi, rasanya masih sama seperti dulu. Aku tahu aku masih begitu menginginkannya. Kau tahu, mimpi-mimpi itu tidak begitu saja hilang. Aku merindukannya begitu saja. Mungkin sama seperti aku merindukanmu beberapa waktu lalu, saat harapanku benar-benar ditekan oleh kesendirian. Aku benar-benar mengharapkanmu waktu itu dan aku tahu kita tidak dapat bertemu begitu saja. 

https://twitter.com/haykamu