Sunday, November 1, 2020

Tempat


Sebuah lagu yang bertahun-tahun lalu sering kuputar
Terdengar samar tetapi menggema di hati
Dalam sebuah perjalanan panjang yang asing
Terkadang bahagia bisa sesederhana berjumpa kembali
dengan sesuatu yang pernah kita akrabi

Setiap tempat memiliki warna dan rasanya sendiri-sendiri
Namun, akan selalu ada satu orang,
Bagaimana pun berbedanya persinggahan-persinggahan itu
Kau akan selalu ingat
Ada orang yang selalu kau ingin untuk melihat ke arah yang sama
Berbagi aroma pada setiap sudut yang kau kunjungi

Kawaanku bilang,
Hati kita, setiap sudut ada yang punya
Meskipun orang datang dan berlalu
Akan selalu ada tempat bagi setiap orang-orang itu
Teori Ruang Hati.

Saturday, May 9, 2020

Setiap Kehilangan Tak Pernah Sama


Tidak pernah mudah. Mengatakan bahwa kau mengerti rasanya kehilangan. Tidak semudah kau bersimpati atas kebahagiaan. Kehilangan seperti rasa yang eksklusif dimiliki oleh orang yang berhasil mengolah tragedi dalam ketenangan. Tidak akan pernah sama mengatakan, "Aku ikut senang," dengan, "Mengatakan aku ikut sedih."

Rasa senang dan sedih mungkin sama-sama menjalar. Namun, kesedihan karena kehilangan akan tetap tinggal meskipun kau telah hidup bahagia. Tidak seperti rasa senang yang bisa dengan mudah hilang saat kau tenggelam dalam kesengsaraan. Lamanya ia tinggal terkadang membuatmu heran betapa kuatnya dirimu telah bertahan. Lamanya ia tinggal membuatmu tidak sadar ia telah menjelma sebagai kawan.

Yang ironi dari sebuah kehilangan adalah rasanya yang tidak pernah bisa musnah. Tidak bisa dilupakan seberapa kuat pun ingin dihapus dari ingatan. Sesuatu yang kita ingin hidup jauh-jauh tetapi justru selalu menghampiri ketika tak ada seseorang pun lagi.

Luka yang tertinggal dan trauma yang mengganjal membuat kita tidak hanya enggan mencoba tetapi bahkan takut untuk memulai lagi. Tahu akan beberapa kemungkinan tidak cukup. Kuat untuk menghadapinya merupakan persoalan lain. Tidak setiap orang siap untuk memulai dan dengan mudah berdamai kembali jika harus merasa pahit lagi. Berpura-pura bahwa kehilangan merupakan sesuatu yang normal karena telah dilalui berulang kali bukanlah cara yang dapat dimenangkan hati.

Kebahagiaan yang datang setelah periode yang kosong bukanlah obat atas kehilangan. Kebahagiaan bukanlah perayaan telah lepas dari kesedihan. Kenangan yang membebani bukan sesuatu yang harus selalu dilupakan. Pada titik yang kau pijaki setelah melalui masa-masa sulit, kau akan tahu betapa tidak sederhananya di balik segala sesuatu yang biasa.

Mereka yang mencoba memperlihatkan kesederhanaan dalam memaknai hidup tanpa sibuk menyimplifikasi kehidupan orang lain adalah cerminan bagaimana menghadapi kehilangan tanpa menghakimi kebahagiaan orang. Dan bahagia tidaknya diri kita, sedih tidaknya diri kita, tidak ada hubungannya dengan kesenangan dan kesengsaraan orang lain. 

Tidak akan pernah sama rasanya meski berapa kalipun kau mencoba memahami. Walaupun kau rasakan sendiri, tak pernah ada hal yang benar-benar sama di dunia ini. 

Monday, May 4, 2020

Arti Jauh


Aku tak pernah merasa setidak berdaya ini. Jauh darimu terasa membunuhku. Aku sampai hampir lupa bagaimana rasa hangat menjalar dari genggamanmu. Aku hampir lupa bagaimana caraku tersenyum saat bahagia menatap wajahmu.

Kini saat aku peluk tubuhmu, aku dihantui pemikiran bahwa ini hanyalah angan semu. Aku hanya tidak ingin ini berakhir. Aku tidak ingin menghadapi kenyataan setelah ini. Bahwa kau mungkin akan kembali jauh dan aku akan kembali merindukanmu.

Aku tahu ini bukan lagi sekedar harapan. Karena kita sadar akan masing-masing kepastian. Bahwa kita tidak akan saling meninggalkan. Dan hati kita tidak akan saling menduakan. Namun, cinta saja tidak cukup untuk menikam kerinduan.

Aku peluk erat tubuhmu seakan ini adalah yang terakhir kali. Dengan rasa frustrasi yang membuatku percaya bahwa tidak akan ada kesempatan lain lagi. Aku berharap dunia berhenti dan membiarkan aku memiliki setiap bagian darimu tanpa kecuali. Apakah kau juga merasakan ini?

Dalam sisa waktuku yang aku tidak tahu berapa lama yang dapat kita sepakati, aku hanya ingin sejenak menghilang dari kenyataan. Bahwa kita yang saling memiliki, suatu saat akan menghadapi kengerian mencoba mengingat-ingat bagaimana cara hidup kita sebelum ini. Walaupun hanya sementara waktu, setiap detiknya yang memaksa kita bertahan akan membuatku ketakutan bahwa perlahan aku akan kehilangan jejak-jejak keberadaanmu. Membuatku merasa kau menjadi tidak nyata. Hanya samar-samar dalam bayang-bayang. Hingga lelah aku mengendalikan pikiranku yang terpaut padamu yang tidak sesuai dengan penginderaanku bahwa kau tak di sampingku.

Bisakah kau menahan diri sejenak, memberiku izin untuk merasakan dirimu ada dalam duniaku bahkan walaupun hanya satu detik lebih lama lagi? Kau mungkin akan dengan mudah pergi. Dan aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi.

Thursday, April 23, 2020

Talking to The Moon















I can never imagine
That someday I'll talk to the moon
Rather than to myself
To seek your soul
Scattered in the air
That I wish my eyes can catch it
My hands can hold it
My heart will be pleased about it

For your existence that never be mine
I got a thought
For me to just act it up
As if you were there
Talking back to me
Through the wind
And feeling your presence
Under the moonlight


Here is Bruno Mars talking to the moon and I remember something important in life. We don't have the rewind button for careless decisions.

Monday, April 20, 2020

Rasa

Terkadang aku memandangi potretmu
Satu-satunya yang aku miliki
Setelah rasa yang hanya bisa aku pendam sendiri
Tanpa ada yang mengetahui
Mungkin juga tanpa ada yang mengerti


Terkadang aku pun lupa dan melanjutkan hidup
Semua terjadi dengan normal
Aku masih berjalan menikmati udara
Dan berlari merasakan bara
Ingatan tentangmu bisa timbul tenggelam
Perasaan akan dirimu bisa meluap, kemudian senyap


Aku tak pernah berniat melukaimu
Dulu aku tak memperhitungkan apapun
Mencintaimu bukanlah pilihan
Tetapi aku tahu
Sesungguhnya menjagamu bisa jadi sebuah keputusan
Yang seharusnya bisa aku pertaruhkan
Dan aku pilih untuk mengabaikan

Hingga semua telah menjadi kenangan
Aku tak pernah menyadari apa artinya perasaan
Yang aku sangka mengganggu dan menyita waktu
Membuat aku selalu terburu-buru
Inginku segera usai
Aku ingin selesai

Tidak bisa aku pandang wajahmu
Begini saja kini aku merasa begitu pilu
Lalu kenapa tak kuwujudkan selagi bisa
Kenapa tak aku rasa selagi aku punya kesempatan
Satu-satunya kesempatan yang aku punya
Memaafkan diriku yang tak pernah belajar
Bagaimana hati merasa dan mempertimbangkan
Kini kutahu pentingnya memikirkan masa depan
Agar kita tidak tenggelam dalam penyesalan
Dan betapa lazimnya mengingat masa lalu
Walaupun datang seperti hantu
Ia mengajarimu hal-hal baru


_______________________________________________________________________
Some writers inspire me to write more and get my own book done. Oh really, should I? I feel stuck and not so productive during this outbreak. The thought that I'll be more productive cause I'll have some additional time to rest and chill is completely wrong. The anxiety is real and I have no idea why is my brain just Patrick-ing all the time. I ended up here to see whether my Patrick head will get the way to create a masterpiece soon or not.
PS: The writing doesn't reflect the author's personal life :)

Wednesday, March 25, 2020

Hari yang Kau Nanti

Kau bukanlah orang yang mudah tersanjung jika dipuji cantik. Namun, hari ini aku tidak bisa menahan untuk tidak mengatakannya. Meskipun kau kikuk, tak ada seorang pun yang bisa menahannya.

Dari ribuan hari yang kau lewati, mungkin ini adalah hari yang paling kau nanti-nanti. Aku tahu bagaimana rasanya, menunggu selama itu dan akhirnya menemukan bagian dari jiwamu.

Hari ini adalah hari terakhirmu menggenggam tanganku sebagai seseorang yang berusaha selalu hadir saat kau sedih maupun senang, sebagai seorang sahabat. Beberapa saat setelah ini akan ada tangan lain yang akan menuntunmu dan tak akan melepaskanmu, selamanya.

Aku bertanya pada dirimu, "Apakah kau benar-benar mencintainya?" Itu adalah caraku untuk mengatakan, "Apakah kau benar-benar yakin akan melakukan ini? Seberapa yakinkah dirimu?" 

Aku tidak meragukanmu. Hanya saja, aku masih tetap khawatir. Yang aku ingat dari dirimu, kau telah banyak kali terjatuh dan bangkit. Terkadang kau lari dan urusan tidak selesai. Namun, kali ini, kau tak akan pernah bisa lari. Apakah kau siap?

Aku terlalu sayang jika kau harus merasakan sesuatu yang tidak perlu sebelum masamu datang. Tetapi untuk mencapai kepastian, kau harus mencoba dan mencoba itu berpotensi menciptakan luka. Dan untuk yang satu ini, bukankah melewati batas jika masih percobaan?

Pelupuk mataku sudah basah karena rasa haru yang memuncak. Kau mungkin akan kesepian di suatu malam karena merindukan keluargamu. Kau mungkin akan merasa asing terhadap orang yang kau pilih untuk mencintaimu. Kau mungkin tidak pernah mengenal dirimu yang seperti itu. Namun, kau harus menghadapinya karena bantuan tak akan datang begitu saja.

Aku begitu bahagia untukmu. Tahukah kau, salah satu misi hidupku adalah mengantarkanmu pada seseorang yang bisa kuandalkan untuk menjagamu. Maka pesanku, kuatlah dan sabarlah jika kau merasa lelah atau pun kewalahan. Belasan tahun mengenalmu, aku tahu kau tidak akan menyerah.

Hari ini merupakan awal dari segalanya. Semua benar-benar akan berubah setelah ini. Namun, ingatlah, aku masih akan sama seperti saat ini, yang terus mengharapkan kebahagiaan untukmu.

"Someone who witnessed you grow as a woman
officially concedes you to your husband,
to make a lot of memories,
to love each other unconditionally,
and together to live under His guidance."


Blitar, 20 Maret 2020.

Saturday, February 29, 2020

Hati yang Patah




Kita semua adalah hati yang patah
Yang terluka semaunya karena amarah
Yang jatuh sesukanya oleh kata-kata indah

Kita semua adalah hati yang merekah
Yang tak redup meskipun lelah
Yang selalu rindu walaupun berpisah

Hati kita yang sulit dipahami membuat kita menderita sendiri
Sering kali menyalahkan orang lain untuk menenangkan diri
Mencari sejuta alasan untuk menyelamatkan diri
Melukai orang lain agar tidak merasakan sakit sendiri

Aku berkali-kali telah patah
Namun, hati bisa tumbuh lagi meski tak pernah mudah
Aku katakan padanya, "Jangan berlari jika kau belum bisa berdiri!"
Tapi hati tak punya telinga
Ia terus meronta
Mengejar apa yang membuatnya terpesona
Kebahagiaan bukan ukuran yang ditetapkan
Hati yang patah tak selalu ingin berpindah
Meski berulang kali mencoba, yang indah akan tetap indah
Yang luka, tak akan membuatnya jera

Thursday, February 20, 2020

Kesempatan dan Keraguan

Suatu ketika aku pernah berjanji untuk menjadi yang terbaik dalam segalanya, menjadi diriku dengan sebaiknya. 
Hingga pada suatu titik, diriku sendiri yang hendak menghentikanku dengan keterbatasannya. 
Mimpi buruk itu tidak datang dari mana pun tetapi dari keyakinan yang naik turun, dari kepercayaan yang timbul tenggelam, dan dari kemampuan yang diragukan. 
Lupa bahwa ada yang selalu menjaga dan memelihara diri dan mimpi meski kita menyerah karena terlalu yakin Tuhan tak percaya kita lagi. 
Kali ini dan lain kali, aku beri dan akan selalu aku beri diriku kesempatan kedua lagi.