Monday, May 4, 2020

Arti Jauh


Aku tak pernah merasa setidak berdaya ini. Jauh darimu terasa membunuhku. Aku sampai hampir lupa bagaimana rasa hangat menjalar dari genggamanmu. Aku hampir lupa bagaimana caraku tersenyum saat bahagia menatap wajahmu.

Kini saat aku peluk tubuhmu, aku dihantui pemikiran bahwa ini hanyalah angan semu. Aku hanya tidak ingin ini berakhir. Aku tidak ingin menghadapi kenyataan setelah ini. Bahwa kau mungkin akan kembali jauh dan aku akan kembali merindukanmu.

Aku tahu ini bukan lagi sekedar harapan. Karena kita sadar akan masing-masing kepastian. Bahwa kita tidak akan saling meninggalkan. Dan hati kita tidak akan saling menduakan. Namun, cinta saja tidak cukup untuk menikam kerinduan.

Aku peluk erat tubuhmu seakan ini adalah yang terakhir kali. Dengan rasa frustrasi yang membuatku percaya bahwa tidak akan ada kesempatan lain lagi. Aku berharap dunia berhenti dan membiarkan aku memiliki setiap bagian darimu tanpa kecuali. Apakah kau juga merasakan ini?

Dalam sisa waktuku yang aku tidak tahu berapa lama yang dapat kita sepakati, aku hanya ingin sejenak menghilang dari kenyataan. Bahwa kita yang saling memiliki, suatu saat akan menghadapi kengerian mencoba mengingat-ingat bagaimana cara hidup kita sebelum ini. Walaupun hanya sementara waktu, setiap detiknya yang memaksa kita bertahan akan membuatku ketakutan bahwa perlahan aku akan kehilangan jejak-jejak keberadaanmu. Membuatku merasa kau menjadi tidak nyata. Hanya samar-samar dalam bayang-bayang. Hingga lelah aku mengendalikan pikiranku yang terpaut padamu yang tidak sesuai dengan penginderaanku bahwa kau tak di sampingku.

Bisakah kau menahan diri sejenak, memberiku izin untuk merasakan dirimu ada dalam duniaku bahkan walaupun hanya satu detik lebih lama lagi? Kau mungkin akan dengan mudah pergi. Dan aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi.
Share:

0 comments: