Saturday, May 9, 2020

Setiap Kehilangan Tak Pernah Sama


Tidak pernah mudah. Mengatakan bahwa kau mengerti rasanya kehilangan. Tidak semudah kau bersimpati atas kebahagiaan. Kehilangan seperti rasa yang eksklusif dimiliki oleh orang yang berhasil mengolah tragedi dalam ketenangan. Tidak akan pernah sama mengatakan, "Aku ikut senang," dengan, "Mengatakan aku ikut sedih."

Rasa senang dan sedih mungkin sama-sama menjalar. Namun, kesedihan karena kehilangan akan tetap tinggal meskipun kau telah hidup bahagia. Tidak seperti rasa senang yang bisa dengan mudah hilang saat kau tenggelam dalam kesengsaraan. Lamanya ia tinggal terkadang membuatmu heran betapa kuatnya dirimu telah bertahan. Lamanya ia tinggal membuatmu tidak sadar ia telah menjelma sebagai kawan.

Yang ironi dari sebuah kehilangan adalah rasanya yang tidak pernah bisa musnah. Tidak bisa dilupakan seberapa kuat pun ingin dihapus dari ingatan. Sesuatu yang kita ingin hidup jauh-jauh tetapi justru selalu menghampiri ketika tak ada seseorang pun lagi.

Luka yang tertinggal dan trauma yang mengganjal membuat kita tidak hanya enggan mencoba tetapi bahkan takut untuk memulai lagi. Tahu akan beberapa kemungkinan tidak cukup. Kuat untuk menghadapinya merupakan persoalan lain. Tidak setiap orang siap untuk memulai dan dengan mudah berdamai kembali jika harus merasa pahit lagi. Berpura-pura bahwa kehilangan merupakan sesuatu yang normal karena telah dilalui berulang kali bukanlah cara yang dapat dimenangkan hati.

Kebahagiaan yang datang setelah periode yang kosong bukanlah obat atas kehilangan. Kebahagiaan bukanlah perayaan telah lepas dari kesedihan. Kenangan yang membebani bukan sesuatu yang harus selalu dilupakan. Pada titik yang kau pijaki setelah melalui masa-masa sulit, kau akan tahu betapa tidak sederhananya di balik segala sesuatu yang biasa.

Mereka yang mencoba memperlihatkan kesederhanaan dalam memaknai hidup tanpa sibuk menyimplifikasi kehidupan orang lain adalah cerminan bagaimana menghadapi kehilangan tanpa menghakimi kebahagiaan orang. Dan bahagia tidaknya diri kita, sedih tidaknya diri kita, tidak ada hubungannya dengan kesenangan dan kesengsaraan orang lain. 

Tidak akan pernah sama rasanya meski berapa kalipun kau mencoba memahami. Walaupun kau rasakan sendiri, tak pernah ada hal yang benar-benar sama di dunia ini. 

Monday, May 4, 2020

Arti Jauh


Aku tak pernah merasa setidak berdaya ini. Jauh darimu terasa membunuhku. Aku sampai hampir lupa bagaimana rasa hangat menjalar dari genggamanmu. Aku hampir lupa bagaimana caraku tersenyum saat bahagia menatap wajahmu.

Kini saat aku peluk tubuhmu, aku dihantui pemikiran bahwa ini hanyalah angan semu. Aku hanya tidak ingin ini berakhir. Aku tidak ingin menghadapi kenyataan setelah ini. Bahwa kau mungkin akan kembali jauh dan aku akan kembali merindukanmu.

Aku tahu ini bukan lagi sekedar harapan. Karena kita sadar akan masing-masing kepastian. Bahwa kita tidak akan saling meninggalkan. Dan hati kita tidak akan saling menduakan. Namun, cinta saja tidak cukup untuk menikam kerinduan.

Aku peluk erat tubuhmu seakan ini adalah yang terakhir kali. Dengan rasa frustrasi yang membuatku percaya bahwa tidak akan ada kesempatan lain lagi. Aku berharap dunia berhenti dan membiarkan aku memiliki setiap bagian darimu tanpa kecuali. Apakah kau juga merasakan ini?

Dalam sisa waktuku yang aku tidak tahu berapa lama yang dapat kita sepakati, aku hanya ingin sejenak menghilang dari kenyataan. Bahwa kita yang saling memiliki, suatu saat akan menghadapi kengerian mencoba mengingat-ingat bagaimana cara hidup kita sebelum ini. Walaupun hanya sementara waktu, setiap detiknya yang memaksa kita bertahan akan membuatku ketakutan bahwa perlahan aku akan kehilangan jejak-jejak keberadaanmu. Membuatku merasa kau menjadi tidak nyata. Hanya samar-samar dalam bayang-bayang. Hingga lelah aku mengendalikan pikiranku yang terpaut padamu yang tidak sesuai dengan penginderaanku bahwa kau tak di sampingku.

Bisakah kau menahan diri sejenak, memberiku izin untuk merasakan dirimu ada dalam duniaku bahkan walaupun hanya satu detik lebih lama lagi? Kau mungkin akan dengan mudah pergi. Dan aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi.