ec.europa.eu
Mungkin kau tidak sedang menengadah pada cahaya rembulan tetapi terbakar terik.
Bahagianya aku, kita juga masih berdoa pada Tuhan yang sama. Tuhan
mungkin geli membaca kertas doaku yang penuh namamu. Padahal kau sendiri jarang
mengirim surat pada Tuhan mengadukan sikapku. Ya, Tuhan juga tahu karena dia
menciptakan punggungmu tidak bisa melihat. Jika pun kau mau mengadu tentangku
kau pasti lebih dulu membalikkan punggungmu dan mendapatiku sedang tersenyum.
Punggungmu masih saja tidak pernah protes aku nikmati yang suatu saat akan
habis masanya karena haluanmu sudah terlampau jauh.




0 comments:
Post a Comment