Wednesday, September 7, 2016

Jeda



Ku tanya kau ingin apa, kau bilang asal aku suka. Ku kata aku ingin kau yang bahagia saja, kau jawab asal aku bisa tertawa. Sebenarnya, demi siapa kita saling rela? Aku masih belum tahu apakah kau punya alasan serupa. Sejujurnya, aku tak pernah sedekat ini dengan pengorbanan. Dan jikalau pun ku gunakan mata dewasa dalam melihat sedang apa kita, semua tak pernah terasa berat..

Kecuali saat waktu berjalan melambat. Karena kau tahu, bahwa selama bersamamu waktu selalu melesat dengan cepat. Tidak pernah lagi aku hitung mundur untuk segera menanti hari berganti tetapi matahari bergulir begitu saja tanpa kita ketahui. Mabukkah kita?

Dan tahukah pula apa yang membuat semua ini bukan terasa seperti ilusi? Bahwa waktu yang kita lalui tak selamanya cepat. Kita tidak mabuk, Sayang. Sesekali waktu masih berjalan dengan hemat, memberi kita sinyal bahwa rasa senang tak boleh datang terlalu rapat. Asal aku suka dan bisa tertawa, kita rela. Ingatlah, waktu butuh jeda sekalipun ia bahagia melihat hati-hati tanpa praduga.

Share:

0 comments: