"Kamu hanya lelah."
"Lelah untuk apa?"
"Kau bahkan tidak sadar."
"Jangan menilai tanpa tahu persoalan ini tentang apa."
"Kau kira bukan teman-temanmu?"
Aku menoleh padanya dengan perasaan tertikam.
"Aku juga temanmu. Aku tahu bagaimana perasaanmu yang tengah bermain-main dengan kerinduan dan harapan-harapan tanpa tanggung jawab yang membingungkan dan melukaimu."
"Kau bisa apa? Maksudku, apakah kau merasa ini baik dan sehat?"
"Belum tentu aku bisa apa-apa. Yang jelas semua kini benar terasa berubah, kita semua rindu tetapi tidak mau saling mengadu. Mengaku."




