Saat aku merasa waktuku sangat sempit
Atau bahkan saat aku merasa aku tidak bisa memberi ruang pada diriku sendiri
Mungkin juga saat tiba-tiba aku merasa sangat lega semua sudah kuselesaikan dengan baik
Atau saat aku merasa aku mendapatkan segalanya lebih dari yang aku usahakan
Aku bersyukur masih dapat bertanya-tanya
Sedang ingin berbicara apakah Allah padaku?
Pesan apa yang ingin Dia sampaikan di tengah semua hal yang aku genggam dengan cuma-cuma?
Atau melalui pertanda apa yang harus kubaca saat keletihanku berujung pada kepasrahan?
Sesuatu apakah yang akan menjadi pertanda bahwa kali ini yang kulakukan adalah kebenaran?
Aku harap tidak sekalipun aku ingkar atau lalai
Melalui tetesan air mata di tengah hujan aku berbicara pada Yang Selalu Melihat
Melalui keheningan malam aku berbicara pada Yang Selalu Mendengar
Melalui napas yang tersengal aku meminta pada Yang Maha Memberi
Melalui rindu yang tidak dapat aku pahami aku memohon pada Yang Maha Mengasihi.
Sunday, February 14, 2021
Thursday, January 7, 2021
Tumbuh
Kita tidak pernah tahu hingga sampai mana kita bisa tumbuh
Kita tidak pernah tahu apakah kita hanya bisa menjadi hijau di antara rerimbun
Ataukah akan menjadi hingga menguning setelah meneduhi yang lain sepanjang terik
Maka mencari tahu sampai titik mana kita bisa tumbuh merupakan keniscayaan
Kekecewaan paling dalam bukanlah berdamai dengan kegagalan
Melainkan menghadapi penyesalan karena tidak mengindahkan kesempatan
Tuesday, January 5, 2021
Perpisahan
Untuk mengatakan cinta pada sesuatu yang tidak aku punyai
Habit
Sunday, January 3, 2021
Menjadi Pemungkin
Ternyata hidup ini bukan hanya mengenai kesempurnaan. Adanya celah-celah yang tidak selalu presisi adalah ruang manusia untuk berseni. Seni untuk menjadi pemungkin, juga seni untuk dapat melihat bahwa kenyataan tak selalu seindah roman. Seni untuk mengakui bahwa dunia memiliki beragam warna, tetapi juga memahami bahwa tidak semua warna harus ada untuk menjadi sesuatu yang bermakna.
Semesta tidak diciptakan hanya karena sebuah tiupan. Di balik tiupan, setiap yang tercipta ada karena sebuah alasan. Apa arti perjalanan jika hanya untuk dinikmati sendiri. Apa arti kebebasan jika orang lain masih dalam belenggu. Apa arti kebahagiaan jika di atas kesengsaraan orang lain. Apa arti kesadaran tanpa ada kepedulian. Dan untuk memahami hakikat jalan yang kita lalui, kita hanya perlu mencoba hingga tau sampai mana kemungkinan bisa jadi milik kita. Sisanya tangan Tuhan yang akan bekerja. Cobalah sampai lelah, boleh berhenti tetapi jangan menyerah.
Saturday, January 2, 2021
Seeing The Different Part of Me
I think my life will get nicer if I had a cat
Which I can talk to
Whenever I had a bad day
Whenever somebody or myself hurt me
But, thinking about it a bit seriously
I just found the other part of me
I know now, I can't have just any cats
Cause I am selfish
And I think I can't own a cat
Because I like cats, but not every cat
You know, I just found that there is still
And maybe will always be
Something I can't have a deal with
Still, I am too overwhelmed with myself
When will I get ready?
~Second day of 30 hari bercerita. I wonder what would change within a month.
Haven't I Done Enough?
Do you ever feel like you've never done enough?
It haunts me all the time
When I think I am good enough
I do my best I can
I give all I have
I sacrifice my precious time to build a nice place
But, seeing the reaction
Suddenly, my under-head voice tells me I have never done enough
In listening to the valuable advice
And understanding others' feelings
I think pursuing my dreams will give me the serenity
I think focusing on my own path will take me to the best part of my life
I think doing my best what I'm best at will make me the best version of me
But, it seems not enough
You know, so many times I doubted myself
Whether I'm just ignorant and selfish or this is just my limit
Would it be better if I was just taking it as routines?
Giving my maximum but not my best
Dividing my attention into some priorities rather than an ultimate priority
Once again it haunts me
Haven't I done enough?
Am I ignorant?
Or is it just me that not capable at all?
What do I do?
~Considering it as my first writing in 2021 for the first day of January. I took the 30 hari bercerita challenge.
Sunday, November 1, 2020
Tempat
Sebuah lagu yang bertahun-tahun lalu sering kuputar
Terdengar samar tetapi menggema di hati
Dalam sebuah perjalanan panjang yang asing
Terkadang bahagia bisa sesederhana berjumpa kembali
Namun, akan selalu ada satu orang,
Bagaimana pun berbedanya persinggahan-persinggahan itu
Kau akan selalu ingat
Ada orang yang selalu kau ingin untuk melihat ke arah yang sama
Berbagi aroma pada setiap sudut yang kau kunjungi
Kawaanku bilang,
Hati kita, setiap sudut ada yang punya
Meskipun orang datang dan berlalu
Akan selalu ada tempat bagi setiap orang-orang itu
Teori Ruang Hati.
Saturday, May 9, 2020
Setiap Kehilangan Tak Pernah Sama
Monday, May 4, 2020
Arti Jauh
Aku tak pernah merasa setidak berdaya ini. Jauh darimu terasa membunuhku. Aku sampai hampir lupa bagaimana rasa hangat menjalar dari genggamanmu. Aku hampir lupa bagaimana caraku tersenyum saat bahagia menatap wajahmu.
Kini saat aku peluk tubuhmu, aku dihantui pemikiran bahwa ini hanyalah angan semu. Aku hanya tidak ingin ini berakhir. Aku tidak ingin menghadapi kenyataan setelah ini. Bahwa kau mungkin akan kembali jauh dan aku akan kembali merindukanmu.
Aku tahu ini bukan lagi sekedar harapan. Karena kita sadar akan masing-masing kepastian. Bahwa kita tidak akan saling meninggalkan. Dan hati kita tidak akan saling menduakan. Namun, cinta saja tidak cukup untuk menikam kerinduan.
Aku peluk erat tubuhmu seakan ini adalah yang terakhir kali. Dengan rasa frustrasi yang membuatku percaya bahwa tidak akan ada kesempatan lain lagi. Aku berharap dunia berhenti dan membiarkan aku memiliki setiap bagian darimu tanpa kecuali. Apakah kau juga merasakan ini?
Dalam sisa waktuku yang aku tidak tahu berapa lama yang dapat kita sepakati, aku hanya ingin sejenak menghilang dari kenyataan. Bahwa kita yang saling memiliki, suatu saat akan menghadapi kengerian mencoba mengingat-ingat bagaimana cara hidup kita sebelum ini. Walaupun hanya sementara waktu, setiap detiknya yang memaksa kita bertahan akan membuatku ketakutan bahwa perlahan aku akan kehilangan jejak-jejak keberadaanmu. Membuatku merasa kau menjadi tidak nyata. Hanya samar-samar dalam bayang-bayang. Hingga lelah aku mengendalikan pikiranku yang terpaut padamu yang tidak sesuai dengan penginderaanku bahwa kau tak di sampingku.
Bisakah kau menahan diri sejenak, memberiku izin untuk merasakan dirimu ada dalam duniaku bahkan walaupun hanya satu detik lebih lama lagi? Kau mungkin akan dengan mudah pergi. Dan aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi.
Thursday, April 23, 2020
Talking to The Moon
I can never imagine
That someday I'll talk to the moon
Rather than to myself
To seek your soul
Scattered in the air
That I wish my eyes can catch it
My hands can hold it
My heart will be pleased about it
For your existence that never be mine
I got a thought
For me to just act it up
As if you were there
Talking back to me
Through the wind
And feeling your presence
Under the moonlight
Here is Bruno Mars talking to the moon and I remember something important in life. We don't have the rewind button for careless decisions.
Monday, April 20, 2020
Rasa
Satu-satunya yang aku miliki
Setelah rasa yang hanya bisa aku pendam sendiri
Tanpa ada yang mengetahui
Mungkin juga tanpa ada yang mengerti
Terkadang aku pun lupa dan melanjutkan hidup
Semua terjadi dengan normal
Aku masih berjalan menikmati udara
Dan berlari merasakan bara
Ingatan tentangmu bisa timbul tenggelam
Perasaan akan dirimu bisa meluap, kemudian senyap
Aku tak pernah berniat melukaimu
Dulu aku tak memperhitungkan apapun
Mencintaimu bukanlah pilihan
Tetapi aku tahu
Sesungguhnya menjagamu bisa jadi sebuah keputusan
Yang seharusnya bisa aku pertaruhkan
Dan aku pilih untuk mengabaikan
Hingga semua telah menjadi kenangan
Aku tak pernah menyadari apa artinya perasaan
Yang aku sangka mengganggu dan menyita waktu
Membuat aku selalu terburu-buru
Inginku segera usai
Aku ingin selesai
Tidak bisa aku pandang wajahmu
Begini saja kini aku merasa begitu pilu
Lalu kenapa tak kuwujudkan selagi bisa
Kenapa tak aku rasa selagi aku punya kesempatan
Satu-satunya kesempatan yang aku punya
Memaafkan diriku yang tak pernah belajar
Bagaimana hati merasa dan mempertimbangkan
Kini kutahu pentingnya memikirkan masa depan
Agar kita tidak tenggelam dalam penyesalan
Dan betapa lazimnya mengingat masa lalu
Walaupun datang seperti hantu
Ia mengajarimu hal-hal baru
_______________________________________________________________________
Some writers inspire me to write more and get my own book done. Oh really, should I? I feel stuck and not so productive during this outbreak. The thought that I'll be more productive cause I'll have some additional time to rest and chill is completely wrong. The anxiety is real and I have no idea why is my brain just Patrick-ing all the time. I ended up here to see whether my Patrick head will get the way to create a masterpiece soon or not.
PS: The writing doesn't reflect the author's personal life :)
Wednesday, March 25, 2020
Hari yang Kau Nanti
Saturday, February 29, 2020
Hati yang Patah
Kita semua adalah hati yang patah
Yang terluka semaunya karena amarah
Yang jatuh sesukanya oleh kata-kata indah
Kita semua adalah hati yang merekah
Yang tak redup meskipun lelah
Yang selalu rindu walaupun berpisah
Hati kita yang sulit dipahami membuat kita menderita sendiri
Sering kali menyalahkan orang lain untuk menenangkan diri
Mencari sejuta alasan untuk menyelamatkan diri
Melukai orang lain agar tidak merasakan sakit sendiri
Aku berkali-kali telah patah
Namun, hati bisa tumbuh lagi meski tak pernah mudah
Aku katakan padanya, "Jangan berlari jika kau belum bisa berdiri!"
Tapi hati tak punya telinga
Ia terus meronta
Mengejar apa yang membuatnya terpesona
Kebahagiaan bukan ukuran yang ditetapkan
Hati yang patah tak selalu ingin berpindah
Meski berulang kali mencoba, yang indah akan tetap indah
Yang luka, tak akan membuatnya jera
Thursday, February 20, 2020
Kesempatan dan Keraguan
Hingga pada suatu titik, diriku sendiri yang hendak menghentikanku dengan keterbatasannya.
Mimpi buruk itu tidak datang dari mana pun tetapi dari keyakinan yang naik turun, dari kepercayaan yang timbul tenggelam, dan dari kemampuan yang diragukan.
Lupa bahwa ada yang selalu menjaga dan memelihara diri dan mimpi meski kita menyerah karena terlalu yakin Tuhan tak percaya kita lagi.
Kali ini dan lain kali, aku beri dan akan selalu aku beri diriku kesempatan kedua lagi.
Monday, August 12, 2019
Things that Changed
Friday, August 4, 2017
Belajar Kehidupan
Beberapa hal tidak dapat diubah sama sekali.
Perkataan yang terucap,
Sakit yang membuat hati retak,
Dan waktu yang menciptakan kenangan-kenangan.
Hati, sekali terluka, semua tak kan pernah terasa sama.
Seperti gelas kaca yang pecah,
Atau cermin yang jatuh berkeping-keping,
Kau mungkin menyambung dan merangkainya kembali menjadi bentuk asalnya,
Meski dapat menampung air, gelasnya tak akan bening,
Meski mampu menciptakan refleksi, ia tak akan pernah memperlihatkan bayangan yang sempurna.
Kata-kata yang menyudutkan, prasangka, dan ego untuk mempertahankan diri,
Adalah ruang-ruang yang mengisi di antara kepingan-kepingan itu.
Untuk setiap sudut kehidupan,
Terkadang melepas dan mencoba tak memikirkan apa pun akan lebih baik.
Membuat diri menerima bahwa hidup tidak sempurna,
Tidak setiap kekeliruan bisa dikoreksi.
Tidak setiap hubungan bisa dipertahankan dan diperbaiki,
Tidak setiap kata maaf bisa dimaknai dari dua sisi,
Tidak setiap ketulusan diterima,
Tidak setiap usaha dihargai.
Bosmu mungkin rese,
Rekan kerjamu mungkin penjilat,
Teman-temanmu mungkin hanya suka diajak senang-senang,
Tetanggamu mungkin ahli gosip,
Keluargamu mungkin terlalu bersemangat dan berharap lebih pada kemampuanmu,
Kehidupan memang tidak menjanjikan apa-apa kecuali kematian.
Tapi kau harus bertahan.
Jangan jadi korban.
Ajari dirimu untuk memilih siapa yang berhak kau jaga dalam-dalam di hatimu,
Diam-diam saja karena di luar banyak serigala yang pandai mengendus kecemburuan.
Belajarlah hidup baik-baik saja dengan luka.
Orang lain lebih suka menilai dari pada peduli.
Seni kehidupan adalah membuat diri berdamai dengan kekacauan.
Dan ingat, keluarga adalah sebaik-baiknya pertalian,
Dengan Tuhan sebagai sebaik-baiknya sandaran.
Wednesday, February 1, 2017
Caramu Mencintai
Kau bilang kau bukan pencinta romantis
Tak paham bahasa puitis tetapi terlalu paham
bagaimana membuatku tersenyum seperti gadis manis
Kita tidak hidup untuk membuat orang lain tahu caramu mencintai
Menghadirkan ketulusan tanpa manipulasi dan bisik-bisik iri
Karena meskipun kita punya sejagad raya udara,
setiap pasang yang jatuh cinta pun merasa itu milik mereka
Yang kita lupa bahwa mencintai bukanlah kompetisi
Kita tidak mencintai untuk menghakimi
Mengintimidasi orang lain untuk berdecak iri
Kita hanya tidak boleh menciptakan imajinasi
Mengelabuhi bahwa yang kita lalui hanyalah detik-detik yang selalu dapat berhenti
Berhenti karena tatapan-tatapan yang menjatuhkan hati
Tidak lagi menambah kebutaan bahwa mencintai hanya sekedar kata hati
Hanya sekedar merayakan hari jadi
Tidak lebih dari menikmati sepasang cangkir kopi
Mencintai lebih membutuhkan banyak energi
Dan menghidupkan bara api tak perlu membohongi diri
Kita akan mencintai dengan cara yang orang lain tak perlu ketahui
Friday, November 18, 2016
Setiap Hari Adalah
Setiap hari adalah pertanyaan mengenai kapan,
yang kita lihat dari orang
Melihat kehidupan seperti balapan dan takdir yang selalu bisa diperbandingkan
Sementara itu, setiap hari adalah pertanyaan mengapa bagi kita
mengapa tak kunjung datang,
mengapa tak kunjung sampai,
mengapa tak kunjung selesai
Mengapa selalu ada kapan dan mengapa selalu dipertanyakan
Kemudian kita isi hari demi hari dengan kapan yang orang bicarakan
Tanpa sengaja juga bertindak demikian atas seseorang, satu atau dua orang
Menanyakan kapan tanpa pertimbangan
Melepaskan rasa penasaran bahkan pada tahap perkenalan
Tanpa menyadari bahwa kita juga tumbuh ibarat penagih hutang
yang bahwa kita selalu dipandang sebagai pembawa kapan
yang tak punya basa-basi lagi selain kapan
hingga tak bisa bedakan intonasi iba dan tekanan
Awalnya ingin curhat tetapi malah jadi orang jahat
Menumpahkan kekesalan daripada membicarakannya dalam malam-malam kejujuran
Terlalu lelah dan takut habis energi dan tak bisa menghadapi kapan-kapan
Sayang,
Jika kita menanggung beban atas pertanyaan-pertanyaan yang tak dipertanggungjawabkan
Jangan lari
Tidak ada yang bisa digurui
Akan tetapi,
Tidak semua orang mengerti dan mau tahu
meskipun mereka tak akan berhenti memantau
Tidak peduli peluh macam apa yang kita tunaikan,
Kecanggungan macam apa yang meliputi malam-malam kejujuran
Pun jika mereka tak membuat kita kepikiran,
Jangan menggunakan pertanyaan sebagai pengasingan atas kesakitan dan kerinduan
Carilah jawaban melalui ketenangan dan kesabaran
Pelampiasan tidak menyembuhkan kegundahan
Setiap hari adalah kemauan berhenti mempertanyakan




















