Kau bukanlah orang yang mudah tersanjung jika dipuji cantik. Namun, hari ini aku tidak bisa menahan untuk tidak mengatakannya. Meskipun kau kikuk, tak ada seorang pun yang bisa menahannya.
Dari ribuan hari yang kau lewati, mungkin ini adalah hari yang paling kau nanti-nanti. Aku tahu bagaimana rasanya, menunggu selama itu dan akhirnya menemukan bagian dari jiwamu.
Hari ini adalah hari terakhirmu menggenggam tanganku sebagai seseorang yang berusaha selalu hadir saat kau sedih maupun senang, sebagai seorang sahabat. Beberapa saat setelah ini akan ada tangan lain yang akan menuntunmu dan tak akan melepaskanmu, selamanya.
Aku bertanya pada dirimu, "Apakah kau benar-benar mencintainya?" Itu adalah caraku untuk mengatakan, "Apakah kau benar-benar yakin akan melakukan ini? Seberapa yakinkah dirimu?"
Aku tidak meragukanmu. Hanya saja, aku masih tetap khawatir. Yang aku ingat dari dirimu, kau telah banyak kali terjatuh dan bangkit. Terkadang kau lari dan urusan tidak selesai. Namun, kali ini, kau tak akan pernah bisa lari. Apakah kau siap?
Aku terlalu sayang jika kau harus merasakan sesuatu yang tidak perlu sebelum masamu datang. Tetapi untuk mencapai kepastian, kau harus mencoba dan mencoba itu berpotensi menciptakan luka. Dan untuk yang satu ini, bukankah melewati batas jika masih percobaan?
Pelupuk mataku sudah basah karena rasa haru yang memuncak. Kau mungkin akan kesepian di suatu malam karena merindukan keluargamu. Kau mungkin akan merasa asing terhadap orang yang kau pilih untuk mencintaimu. Kau mungkin tidak pernah mengenal dirimu yang seperti itu. Namun, kau harus menghadapinya karena bantuan tak akan datang begitu saja.
Aku begitu bahagia untukmu. Tahukah kau, salah satu misi hidupku adalah mengantarkanmu pada seseorang yang bisa kuandalkan untuk menjagamu. Maka pesanku, kuatlah dan sabarlah jika kau merasa lelah atau pun kewalahan. Belasan tahun mengenalmu, aku tahu kau tidak akan menyerah.
Hari ini merupakan awal dari segalanya. Semua benar-benar akan berubah setelah ini. Namun, ingatlah, aku masih akan sama seperti saat ini, yang terus mengharapkan kebahagiaan untukmu.
"Someone who witnessed you grow as a woman
officially concedes you to your husband,
to make a lot of memories,
to love each other unconditionally,
and together to live under His guidance."
Blitar, 20 Maret 2020.




0 comments:
Post a Comment