Sunday, April 14, 2013

Untuk Logika


Hingga suatu saat aku kelelahan sendiri dalam mencari arti, mendefinisikan diri, dan menguak misteri untuk hak-hak hakiki. Padahal yang disebut hakiki apa dan bagaimana aku juga tidak tahu. Adakalanya hidup ini harus terus berjalan mencari penjelasan. Adakalanya penjelasan tidak dibutuhkan untuk orang-orang yang puas dengan ketidaktahuan. Suatu saat aku akan terdiam dan membiarkan logikaku memberontaki semua. Bahwa adakalanya mereka semua juga harus diam dengan pertanyaan-pertanyaannya yang menuntut segala sesuatunya menjadi rasional. Tidak pernahkah yang tidak masuk akal menjadi benar di mata logika? Sedang yang ditentang adalah udara yang dihirup, udara yang tertiup, dan udara yang hidup. Walaupun tidak terlihat, itu memang ada! Semua ini bukan untuk terdiam dan putus asa pada ketidakpuasaan. Namun, memberi waktu pada semua, logika yang tengil untuk mencerna untuk apa dirinya ada dalam hal-hal di luar akal, tidak masuk sebab-akibat. Logika hanya butuh penerimaan.
Share:

0 comments: