Saturday, March 30, 2013

Doa-Doa


Dan apabila rindu itu datang, bolehkah aku menengok apa-apa yang terbayang? Mencicipi sedikit keniscayaan dalam waktu yang tenang. Mungkin kau juga pernah merasakan. Apakah kau menikamnya sendirian? Mampukah menolak malam yang menawarkan jutaan rasa yang tercipta bersama gelombang petang? Mengantarkanmu dalam harapan-harapan yang pernah diinginkan dari sisi lain waktu, yang dulu, itu dulu. Bukankah kita sama-sama pernah memilikinya? Lalu biarkanlah semua mengalir dalam udara malam. Menyatu dengan alam yang membawanya sebagai bisik-bisik angin pada Tuhan. Entah esok pagi suara hati kita akan sampai atau hanya akan menguap bersama hilangnya embun. Yang jelas kau dan aku akan sama-sama tahu bahwa Tuhan pasti melihat udara yang berwarna-warni karena doa-doa. Doa-doa yang hanya terbaca oleh pertanda sampai jumpa.
Share:

0 comments: