Sunday, March 17, 2013

mawar ibu

tidak banyak, hanya sejumput
sepadang purnama setengah hati memberi sinar
hanya malam hari, sekali sebulan
seperti itu aku pada ibuku
lalu ibu tetap seperti biasa
menelankanku sarapan,
mencucikanku pakaian,
merapikanku dandanan
aku pikir masih seperti itu.
menjelang senja buta
ibu tidak lagi lakukan itu
hanya aku yang jauh
bukan aku yang butuh
ibu masih ingin merengkuh
membunuh jauh
asal ada aku, ada ibu
dia mawar dan aku sebagian kecil olehnya
yang berasal darinya
durinya,
anggunnya,
kehormatannya,
wanitanya.
aku pernah dalam rahimnya.
Share:

0 comments: