![]() |
| Padang Bulan (2011) karya Andrea Hirata |
Padang Bulan merupakan dwilogi pertama Padang Bulan karya Andrea Hirata. Padang Bulan berkisah tentang Ikal dewasa yang sebelumnya telah banyak diceritakan Andrea di dalam tetralogi Laskar Pelangi. Kisah Ikal dimulai dengan perkenalan dengan sahabat-sahabatnya, yaitu Enong dan Detektif M. Nur. Enong merupakan perempuan kecil kelas 6 SD yang harus menjadi tulang punggung keluarga secara tiba-tiba setelah ayahnya meninggal tertimbun pasir di penggalian timah.
Sehari sebelum meninggal, ayah Enong menghadiahi Enong kamus Bahasa Inggris karena tahu Enong sangat terobsesi dengan pelajaran Bahasa Inggris walaupun nanti mungkin juga tidak akan berguna bagi orang-orang yang tiap harinya bermandikan lumpur mencari timah. Enong dan Ikal memiliki ikatan tak terpetakan melalui Bahasa Inggris.
Tanpa disangka Enong menjadi perempuan pertama yang berhasil mendulang timah. Para lelaki pendulang timah yang tak terima dengan keberhasilan Enong membuntutinya menuju tempat menambang di tengah hutan. Enong yang tak sadar bahwa telah dibuntuti tetap asyik dengan aktivitasnya hingga kemudian suara anjing menyalak-nyalak mengepung Enong. Terkaget-kaget karena serangan yang tiba-tiba itu, Enong lari tunggang langgang menyelamatkan diri.
Lahan untuk mendulang timah sisa-sisa PN Timah merupakan ladang persaingan bagi para lelaki di kampung itu dan Enong bahkan tak sedikit pun menaruh curiga pada siapapun mereka yang memasang mata di jalanan dan di pasar karena Enong telah memiliki ladang timah sendiri. Enong selalu berhati positif dan optimis dalam segala hal.
Sementara itu, kecintaan Ikal pada perempuan Tionghoa memicu perang dingin dengan ayahnya. Ayah Ikal merupakan seorang Melayu tulen yang 5 waktu tak pernah absen jamaah di surau. Ikal pun dididik untuk merapal kalimat syahadat sejak kecil. Meskipun ayah Ikal tak pernah mengucapkan sepatah kata pun mengenai ketidaksetujuannya terhadap hubungan Ikal dengan perempuan yang tak seiman, Ikal tahu pasti bahwa ia tak akan mungkin meraih hati ayahnya demi perempuan pujaannya. Akhirnya Ikal pun mengungsi di rumah kerabatnya di dekat Sungai Linggang. Di sanalah Ikal banyak menghabiskan waktu untuk berkomunikasi dengan sahabatnya, Detektif M. Nur.
Detektif M. Nur mendapatkan julukan resminya setelah berhasil memecahkan misteri hilangnya gigi palsu pemilik warung kelontong Tionghoa di pasar. Persamaan antara Ikal dan Detektif M. Nur adalah keduanya sama-sama bujang, pengangguran, masih menumpang di rumah orang tua, dan sudah bebal dengan omelan ibu mereka untuk segera mencari kerja. Keduanya kemudian bertekat untuk merantau ke Jakarta. Apalagi setelah Ikal merasa patah hati dan ditinggalkan A Ling, kekasih yang dicintainya sejak ia duduk di bangku SD.
Namun, kepergian Ikal akhirnya tertunda karena ia masih saja kepikiran akan keberadaan lelaki yang mengganggu hubungannya dengan A Ling. Setidaknya, sebelum pergi, Ikal ingin mengalahkan Zinar dalam pertandingan-pertandingan olahraga 17 Agustus. Nahasnya, Ikal kalah dalam seluruh pertandingan yang di-setting agar Ikal langsung berhadapan dengan Zinar pada setiap pertandingan perdana. Kalah dalam catur, ping pong, dan hanya menjadi pemain cadangan pertandingan sepak bola membuat Ikal berlapang dada dan rela jika A Ling memang harus menikah dengan lelaki sehebat Zinar.
Telak dikalahkan oleh Zinar, Ikal mulai mawas diri. Ia menyimpulkan bahwa A Ling tak lagi tertarik padanya karena ia kalah tinggi dari Zinar. Ikal pun memesan alat peninggi badan melalui katalog yang diambilnya dari Enong yang gemar membaca katalog-katalog dengan banyak istilah asing dan Bahasa Inggris tentunya. Celakanya, ketika ia mencoba mempraktekkan alat peninggi badan yang tersusun atas tali temali yang digantungkan di gudang dekat Sungai Linggang, Ikal justru terjerat tali itu dan disangka akan bunuh diri. Ikal yang tak bisa menyelamatkan diri dari jeratan alat itu diselamatkan oleh Enong dan Detektif M. Nur yang tak sengaja lewat dan mendengar teriakannya. Kedua sahabat Ikal itu pada akhirnya menyimpan rahasia di antara mereka bertiga bahwa Ikal berniat bunuh diri karena putus cinta. Hanya rahasia antara Ikal dan Tuhan pula bahwa ia tak ingin bunuh diri tetapi ingin meninggikan badan.
Ikal rujuk dengan ayahnya setelah melalui berbagai hal konyol di perantauan pura-puraannya. Ayahnya sakit dan tak ada pilihan lain selain pulang karena Ikal amat mencintai dan menghormati ayahnya. Namun, Ikal tak pernah sedikit pun memendam harapan terhadap A Ling.
Titik terang mulai muncul ketika suatu hari A Ling menunggunya dengan bersungut-sungut di luar tempat Ikal bekerja. A Ling bilang bahwa ia sibuk mengurus pesta pernikahan saudaranya yang bernama Zinar. Bagai disengat listrik sekaligus lega, Ikal akhirnya berani merajut mimpi kembali bersama A Ling. Kali ini Ikal benar-benar bertekat dan menyiapkan segudang rencana untuk membawa A Ling merantau ke Jakarta. Tentu saja, tidak ada yang tahu bagaimana reaksi ayah Ikal karena mungkin akan dapat diketahui di buku kedua, Cinta di Dalam Gelas.
Kisah Ikal dan kehidupannya di kampung disampaikan Andrea dengan ringan dan jenaka. Andrea mampu membawa pembaca masuk ke dalam dunia yang terabaikan oleh paradaban tetapi penuh orang-orang yang bersemangat menjalani kehidupan. Gaya penulisan Andrea juga masih kental dengan kebudayaan Melayu seperti penggunaan sapaan “Boi” untuk setiap bujang, karakter orang Melayu yang dekat dengan alam dan penikmat musik serta kelihaian dalam mengkritik pemerintah.
Di dalam novelnya, Andrea berusaha menunjukkan bahwa setiap pribadi memiliki keunikan dan nilai lebih. Seperti Enong, perempuan kecil yang tumbuh besar dengan tempaan tetapi tak pernah menyerah untuk belajar Bahasa Inggris. Enong sampai meluangkan waktu ikut kursus di Tanjong Pandan walaupun tak ada seorang pun yang memandang hal itu akan berguna bagi kehidupannya di kota kecil yang ditinggalkan zaman.
Semangat dalam meraih cita-cita masih Andrea alirkan di dalam novel ini. Jika di dalam tetralogi Laskar Pelangi Andrea banyak menceritakan tentang mimpi-mimpi yang dibangun sejak kecil, maka di novel ini Andrea lebih banyak mengungkapkan hal-hal khas orang dewasa dan pelajaran kehidupan.
Cerita orang dewasa tidak hanya mengenai pendidikan dan uang tetapi juga urusan percintaan, keluarga, dan kehidupan sosial. Di sini pembaca diajak untuk persisten terhadap rencana-rencana hidupnya meskipun dunia seakan menentang. Kegagalan upaya bunuh diri Ikal juga mengajarkan bahwa tak ada keberhasilan yang bisa diraih dengan instan. Kekalahan Ikal melawan Zinar menghadirkan keambisiusan ego manusia yang dihadapkan pada kerealistisan. Andrea mengajak kita berpikir bahwa jika keadaan sudah tidak bisa diubah dengan usaha, ada baiknya penerimaanlah yang dilakukan.
Buku ini sangat cocok untuk pembaca yang membutuhkan motivasi melalui cerita ringan dan kesederhanaan kehidupan orang-orang kecil. Cara pandang tokoh-tokoh di dalam novel dapat digunakan sebagai perspektif lain dalam melihat dunia dan kehidupan. Di dalam kota yang terabaikan dan teriakan yang tak terdengar hingga ibukota ada banyak perenungan yang bisa diselami oleh para pembaca. Akan tetapi, untuk pembaca yang menghendaki alur cerita yang lugas dan menantang, ada baiknya untuk mencari buku lain karena buku ini lebih pas untuk dibaca dengan suasana santai sambil minum teh di sore hari.




0 comments:
Post a Comment